Kesadaran Aptikom Dalam Membuat Jejak Digital


APTIKOM merupakan organisasi besar yang ada di Indonesia, karena anggotanya tersebar di seluruh Indonesia yang merupakan para akademisi dengan memiliki homebase berada di kampus-kampus seluruh Indonesia dari Papua Barat sampai dengan Aceh. Menurut sekjen Aptikom, Bapak Solikin di sampaik pada acara pelatihan calon jurnalis aptikom sudah banyak kegiatan yang di lakukan baik yang ada di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Namun, masih sedikitnya dokumentasi yang bisa di cari di jaringan internet. Sehingga perlu di tata ulang  cara mengelola data, menayangkan informasi kegiatan-kegiatan yang ada di APTIKOM agar bisa dinikmati bagi para anggota aptikom ataupun masyarakat umum.

Dengan kebutuhan itu, maka pada tanggal 16 mei 2020 dikumpulkan dari seluruh perwakilan APTIKOM se-Indonesia untuk diberikan pelatihan jurnalis dengan harapan tim jurnalis aptikom ini salah satu wadah yang mengumpulkan berbagai informasi kegiatan yang ada di aptikom daerah maupun tingkat nasional dan mempublikasikan ke halayak umum. Pada edisi pelatihan jurnalis ini, menghadirkan Pa Hanafi yang merupakan wartawan senior Pikiran Rakyat (PR). Dalam pelaksanaan pelatihan jurnalis di hadiri lebih dari 50 orang yang tergabung melalui aplikasi ZOOM yang populer di masa pandemi COVID-19 ini untuk komunikasi bersama jarak jauh.

Para peserta pun sangat antusias dengan pelatihan jurnalis ini, karena selesai seluruh peserta masih bergabung melalui aplikasi ZooM. Pada sesi pelatihan ini, narasumber memberikan materi bagaimana membuat berita dan cerita yang baik dengan model 5W1H dan kode etik dalam melakukan jurnalis agar tidak melakukan kesalahan dalam pemberitaan dan peliputan berita yang akan di sajikan.

Format music MP3, lisensinya di hentikan

File audio digital yang sering kita kenal dengan nama ‘MP3’ akan segera menghilang dari peredaran. The Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, sebagai pencipta format file tersebut mengumumkan akan menghentikan lisensi penggunaan format file audio, MP3.
Dilansir engadget.com, direktur Fraunhofer Institute mengatakan MP3 kini sudah tergantikan dengan tipe format file yang lebih baik yaitu AAC (Advanced Audio Coding). AAC menjadi tipe file standar yang banyak digunakan untuk mengunduh video dan musik terutama melalui ponsel.
“File ini lebih efisien dan punya fungsi yang lebih baik. Terutama siaran streaming radio dan TV, dengan file itu (AAC), bisa memberikan kualitas audio yang lebih baik dari MP3,” ujar direktur perusahaan asal Jerman tersebut.
Ironisnya, Fraunhofer sendiri sudah mengembangkan tipe file AAC yang punya kualitas lebih baik dari MP3.
 Meski format file ini akan dihentikan, Fraunhofer mengatakan perubahan ini tidak akan berpengaruh banyak pada konsumen dan pecinta musik. File MP3 lama Anda tidak akan secara tiba-tiba berhenti berfungsi. Selama gadget atau aplikasi yang Anda gunakan masih mendukung tipe file ini, maka Anda masih bisa menikmati file dengan format MP3.
Awal penelitian format file audio sendiri dimulai di Friedrich-Alexander University of Erlangen-Nuremberg sekitar akhir tahun 1980-an. Para peneliti dari kampus tersebut bekerja sama dengan Fraunhofer Institute yang kemudian melahirkan tipe file audio bernama MP3.